vanillaeste

Paket bab 1


Segera setelah membaca bubble chat yang ada di hpnya, Aksara lalu meuju kamar milik Aska.

ding dong

ding dong

“Nih anak kayaknya mati,” Aksara bermonolog sambil terus menekan bel pintu itu. Sekian menit tidak ada jawaban, Aksara lalu menggedor pintu hitam itu dengan brutal.

Dan ya benar saja, lagi-lagi Aksara dikejutkan dengan Aska yang bertelanjang dada sambil mengeringkan rambutnya mengenakan handuk berwarna putih.

“Lo kalo lagi mandi setidaknya bisa kasih tau gue ya anjir, biar gue ga nungguin lo bukain pintu lama banget sialan,” Aksara mengomel sambil melewati tubuh Aska yang masih lumayan basah itu.

Aska dengan segera menutup pintunya dan ikut masuk kedalam kamarnya bersama dengan Aksara.

Aksara kini berada di meja makan milik Aska, dia menikmati satu demi satu martabak yang berada di atas meja tersebut.

Keduanya saling bincang sambil menikmati netflix yang sedang diputar oleh Aska. Sambil sesekali Aska menuangkan minuman yang disebut wine itu ke dalam gelas milik Aksara.

Tidak terasa, Aksara sudah berada di kamar Aska lebih dari tiga jam dan kini jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Aksara yang nampaknya mabuk itu pun mencoba untuk bangkit dari duduknya dan ingin kembali ke dalam kamarnya sendiri dengan badan sempoyongan.

“Eh mau kemana?” Tanya Aska sambil menahan pergelangan tangan Aksara.

Aksara hanya menunjuk ke arah pintu memberi tanda pada Aska bahwa dia ingin kembali ke kamarnya. Aska pun menuruti permintaan Aksara dan menuntunnya hingga kembali ke kamar Aksara.

plop

Aska meletakkan tubuh Aksara diatas ranjang milik Aksara, namun saat Aska hendak pergi ke kembali ke kamarnya. Dia tertahan oleh tangan Aksara yang tiba-tiba mengalungkannya di leher milik Aska.

Aksara nampak meracau dan menutup matanya, samar-samar Aska mendengar perkataan Aksara, “Lu suka sama gue kan.” Setelahnya Aksara tertawa dan meletakkan kepalanya di dada milik Aska. Jangan lupa bahwa, Aska masih bertelanjang dada.

Mendengar perkataan Aksara, Aska hanya bisa menatap lelaki didepannya dengan intens. Mulai dari mata, hidung hingga bibirnya.

Aska memberanikan diri untuk menyentuh bibir pink milik Aksara. Semakin dia menyentuhnya, semakin banyak dia menelan salivanya.

Kini tangan Aska juga mengusap pipi milik Aksara, memainkan telinga Aksara dan dia juga meniup telinga Aksara, hingga si pemilik telinga itu pun dibuat geli olehnya.

Sepertinya hasrat Aska untuk memakan Aksara sudah tidak tertahankan lagi, dirinya kini mencium bibir lembut milik Aksa yang masih tertutup itu. Dia menahan ciuman itu selama beberapa detik dan dia tersadar bahwa Aksara membuka matanya. Segera Aska pun melepaskan ciuman itu dan membuang mukanya.

“Kenapa? emang lo gamau?” Goda Aksara sambil menggingit bibir bawahnya.

Lagi-lagi hasrat Aska kembali meluap, hingga dirinya kini mengulum lembut bibir pink milik Aksara. Aksara juga membalas nya dengan lembut dan kini keduanya saling bertautan bibir.

Kecupan itu merembet ke telinga dan leher Aksara hingga Aksara menggeliat dibuatnya.

Tangan Aska tak bisa tinggal diam, ia membuka baju milik Aksara yang masih tersemat dengan rapi di tubuh Aksara yang ramping. Hingga akhirnya semuanya terlepas oleh usaha Aska.

Aska kembali mengecupi bibir ranum milik Aksara, dan tangannya kini memainkan puting merah muda milik Aksara, Aksara menggeliat dan mendesah di sela ciumannya dengan Aska.

Hingga akhirnya tangan Aska pun turun dan mengusap perut ramping milik Askara, semakin turun dan sampailah Aska membuka resleting celana yang dikenakan Aska. Perlahan Aska melepaskan celana itu dan melemparkannya ke sembarang tempat.

“Wanna fuck?” Entah kenapa Aksara tidak bisa berkata tidak atas pertanyaan yang dilontarkan Aska kepada dirinya. Hanya anggukan dan erangan yang bisa dikeluarkan oleh Aksara.

Tangan Aska yang tak kenal aturan itu mulai mengusap kejantanan milik Aksara, “Aku sinting, u said?” Kini dari hanya mengusap, dia berubah menjadi memijat kejantanan lelaki yang sudah mengerang itu.

Aska juga tak hentinya memainkan dada Aksara yang sudah sepenuhnya terbuka, bahkan dia juga memilin puting milik Aksara.

Aksara ternyata liar, hingga saat Aska memindahkan tubuh Aksara di pangkuannya pun Aksara masih terus-terusan menyesap bibir milik Aska tanpa ampun bahkan sesekali menggigitnya. Aska tidak bodoh untuk tidak menyadari bahwa Aksara kini sedang hilang kendali karena pengaruh wine yang beberapa waktu ditegaknya. Maka dengan lembut disertai dengan usapan di rahang, Aska akhirnya memutus ciuman panas mereka. Kini Aksara beralih menatapnya dengan tatapan bingung karena Aska melepas ciuman mereka dengan kelewat lembut.

“You are drunk, right?” Aska bertanya dengan nada yang lembut selagi melingkarkan tangannya di pinggang Aksara. Aksara menggeleng tidak yakin dan Aska terkekeh melihat sosok di hadapannya yang memberinya tatapan inosen, begitu kontradiktif dengan kondisi mereka dan juga hal yang mereka berdua lakukan bersama barusan.

“Kamu yakin?” Aska menyelipkan anak rambut Aksara yang mulai tumbuh di belakang telinga.

Aksara sangat kesulitan untuk mengucap kata, ia hanya bisa mengangguk dan memeluk leher Aska dengan erat. Rasanya begitu aneh dan terasa asing karena mereka yang notabene hanyalah tetangga dan tiba-tiba melakukan hal seperti ini.

Dan malam itu mereka berdua resmi bercinta, Aska yang telah tegang sejak lama dengan urat-uratnya yang menonjol. Pemuda itu bergerak naik turun di atas pangkuan Aska dengan Aska yang menggerayangi dan mengecupi setiap inchi tubuhnya tanpa henti.

Aska dengan senyum menawannya di tengah engah napas dan desahannya pun mengusap bulir peluh yang membasahi pelipis Aksara. “Terus Aksara, bergeraklah sesukamu.” Aska berucap di telinga Aksara selagi menghentakkan pinggangnya untuk memuaskan dirinya juga Aksara yang kini sudah terlihat bagaikan jalang di atasnya.

Mereka bercinta cukup lama dan intens hingga aroma seks menguar di seluruh kamar milik Aksara diiringi dengan suara kulit yang terdengar bagaikan alunan paling indah di telinga keduanya.


kalian bingung kan sama namanya? sama ges samaaa timakasi sudah membaca <3

wkwkwk judulnya loh cokk, hehe haiii Cece dan Teteh yang terhormat.

Giniiiii, aduhhhh aku isinnn jancokkkk sumpah se ini pasti bakalan cringe.

tapi gaapa lahyo aku bilang ae daripada gabilang.

sorry banget kalo selama ini udah sering aku repotin, aku cerita banyak hal tentang kehidupanku yang mungkin kalin pun bosen dengernya, aku seng tiap kali moodswing dan selalu menghilang dari peradaban hehe dari sosmed. dan sering kali ga bales atau mengabaikan chat dari kalian yang nanya apa aku baik baik aja. tapi aku malah ga menghiraukan itu dan malah menghilang gak jelas apalagi sampe membuat overthinking wkwkw.

terimakasih wes selalu ada buatku nek misal aku butuh apapun itu, thankyou banget wes buwaikkkk sama aku. jujurly aku sebenere masih belom terbiasa dengan adanya orang seng peduli sama aku. aku masih kadang berpikir kalo semua orang pasti sama gitu, kalo aku cerita mereka bakal b aja gitu.

tapi kalian endak, selama aku cerita di kalian aku selalu dapet omongan atau motivasi buat lanjutin hidup. dan gaada kata sabar setiap aku cerita di kalian. ya mungkin sabar udah gabisa selsein masalah ya. makasih banget beneran kalian udah mau berteman sama aku yang aneh ini.

dan lagi, sebenere aku malu berteman ambek kalian, gabisa ngomong yaapa tapi aku selalu insecure nek sama kalian, jujur ga peres tapi ini beneran, selama aku berteman gaada yang sampe mau ngulurin tangan kayak kalian. yang mau bantuin atau nyariin aku pas aku lagi jatuh banget.

bahkan, dulu aku punya cowo dan tak ajak ke rumahku. setelah dia tau keadaanku, dia ninggalno aku. mangkane dari situ aku takut banget berteman atau menjalin sebuah hubungan, soale aku orang gapunya.

iya aku tau mungkin diluaran masih banyak orang yang lebih kesusahan dari aku. tapi aku bener bener takut nek misal kehilangan teman cuman gegara ekonomi ku seng sulit.

kalian baik banget dari sekian banyak orang seng tak kenal, kalian baik banget jujur. bahkan lebih dari orangtua ku sendiri.

nanti kalau semisal kalian lagi ga enak hati sama aku, marah sama aku atau benci sama aku, tolong bilang ya. soale aku gatau apa isi hati kalian.

maaf sekali lagi, but aku sayang sama kalian jancokkk beneran ga bohong.

gaapa meskipun ini terdengar menggelikan, tapi sekali sekali gapapa kan mengungkapkan rasa sayang.

sekian dan terimakasih.


BALESNYA KIRIM PRIBADI DI WA KU YA NJING, JANGAN DI GRUP

Me, i know this is sounds cringe, but i want to apologize for what I've done to you. Apapun itu, aku minta maaf.

  • no, kamu ga salah dan jangan minta maaf

Moodku jelek banget akhir-akhir ini ditambah tiap i text you morning greetings gak pernah mbok bales, but i saw you interact with your friends di twitter.

  • iya aku nyadar, tapi kemarin udah tak chat dan ndak mbuk reply lagi, but its oke

Sorry, kesannya aku kaya ngemis buat jadi temenmu tapi i really like you not in romantic way ofc, i like being friends with you and Tante.

  • aku selama ini gapernah punya pikiran kek gini nang kamu

Sorry kalo aku bikin kamu nggak nyaman dengan calling you as cewekku, karena aku mau semua mutualku tau kamu. Kamu, Memey temennya Cece, dan atau Cece temennya Memey. Cause i have no friends in real life seng bisa tak ajakin ngerusuh di timeline twitter.

  • mutualmu sudah tau kalo aku temenmu, sebenernya gaperlu dikasi tau juga gapapa soalnya aku masih temenmu apapunitu

Dan sorry banget kalo aku terkesan kayak attention seekers dengan jbjb kamu terus dan ngetag ngetag kamu. Aku agak sedih kemarin-kemarin, udah moodku lagi jelek terus morning greetings ku nggak mbok bales, reply an ku nde post mu juga nggak mbok balas.

  • kenapa kamu ga cerita nek misal lagi sedih? biasane kan km mention di grup dan mentionmu yang tag aku juga udah tak bales

Sorry, aku jadi mikir jelek sama kamu.

  • iya gapapa, semua orang berhak punya pikiran jelek kok

Dan soal kemarin aku nggak balas chat mu itu, itu moodku lagi jelek bangettttttttt karena aku emosi sendiri pas nulis special chapter Hanan Andrew. Sorry.

  • iya gapapa, semangat nulisnya

Dan kata tante kemarin kamu reply under my tweets??? Aku gak liat, sorry, aku balas komen e Selen sama Jie dari notif dan notifmu nggak muncul.

  • kemarin memang tak reply dan tak hapus lagi, i think kamu pengen cari suasana baru dengan interact sama orang lain soale sama aku membosankan, aku berpikir kyak gitu. makanya tak biarin aja kamu ga bales chatku dan kamu interact sama orang lain aku juga tau makanya aku bilang ke teteh mungkin kamu lagi pengen cari temen baru, ya gapapa kok nek misal kyak gitu, aku gapapa asal kamu seneng dan ga sedih atau ovt lagi

For the last sentence, I'm so sorry, Mey.

  • aku juga minta maaf, gabisa jadi temen baikmu, gabisa ada pas km lagi sedih atau apapun itu. temenan sama aku jadi nambah pikiran dan ga ada imbal baiknya, aku bisane cuma bebani kamu sama teteh. makanya kenapa aku selalu takut berteman? banyak yang udah ninggalin aku soale tau aku orang kecil dan ga worth it. jadi im sorry kalo aku ga sesuai dengan ekspektasi mu, sorry aku masih denial, sorry aku banyak ngerepotin kamu. dan kalo misal kamu udah gamau berteman sama aku ya mungkin kamu bisa bilang ke aku, atau kamu lagi ga enak hati juga bisa bilang ke aku, atau nanti waktu habis dari malang kamu mau udahan berteman sama aku juga gapapa, balik lagi, soalnya aku anaknya aneh, aku gamau nyakitin perasaanmu atau mbikin kamu mikir ga punya siapa siapa lagi. im sorry.

Me, i know this is sounds cringe, but i want to apologize for what I've done to you. Apapun itu, aku minta maaf.

  • no, kamu ga salah dan jangan minta maaf

Moodku jelek banget akhir-akhir ini ditambah tiap i text you morning greetings gak pernah mbok bales, but i saw you interact with your friends di twitter.

  • iya aku nyadar, tapi kemarin udah tak chat dan ndak mbuk reply lagi, but its oke

Sorry, kesannya aku kaya ngemis buat jadi temenmu tapi i really like you not in romantic way ofc, i like being friends with you and Tante.

Sorry kalo aku bikin kamu nggak nyaman dengan calling you as cewekku, karena aku mau semua mutualku tau kamu. Kamu, Memey temennya Cece, dan atau Cece temennya Memey. Cause i have no friends in real life seng bisa tak ajakin ngerusuh di timeline twitter.

Dan sorry banget kalo aku terkesan kayak attention seekers dengan jbjb kamu terus dan ngetag ngetag kamu. Aku agak sedih kemarin-kemarin, udah moodku lagi jelek terus morning greetings ku nggak mbok bales, reply an ku nde post mu juga nggak mbok balas.

Sorry, aku jadi mikir jelek sama kamu.

Dan soal kemarin aku nggak balas chat mu itu, itu moodku lagi jelek bangettttttttt karena aku emosi sendiri pas nulis special chapter Hanan Andrew. Sorry.

Dan kata tante kemarin kamu reply under my tweets??? Aku gak liat, sorry, aku balas komen e Selen sama Jie dari notif dan notifmu nggak muncul.

For the last sentence, I'm so sorry, Mey.

Buat Cece


Hari ini ada tetangga baru yang tinggal di sebelah rumah milik Bian dan Biru. Mereka ada 4 orang, dua lelaki dan dua perempuan.

Mereka juga sudah menemui Bapak Peter selaku ketua RT 12 untuk mengurus kepindahan mereka yang sangat tiba-tiba itu.

“Gwede ne rumahe, kamu habis berapa ini bang beli rumah segede bandara” Ucap salah seorang gadis dengan rambutnya yang dikepang dua saat memasuki rumah sembari menyeret kopernya.

“Lak mesti se peres poll jadi anak og.” cibir pemuda yang lebih pendek sambil melewati sosok gadis tadi yang dibalas dengusan keras.

“Wes ayo kamu ndang milih kamar, Na, ojok malah diem ae ndek situ.” perintah yang paling tua kearah gadis lainnya yang sedari tadi memandangi rumah yang ada diseberang dari balik jendela.

Gadis dengan rambut yang dikepang dua itupun menghampiri,“Liatin oposeh, kok sawangane seru ” gadis itu seketika ikut terdiam juga setelah melihat rumah yang ada didepannya, “Ndoh Jancok, iku lak Jeno cok” pekik gadis itu refleks membuat gadis berambut pendek disebelahnya jadi mendecak keras.

“Hmm Ara se cocote nek dikandani, lak gaisa dijaga. Aku ket tadi ae diem kok ben ndee ga liat, iki malah kon seng bawanter cangkeme.” gadis yang dipanggil Ara itu jadi mencibir sebelum melipir pergi karena merasa bersalah.

“Athena, come here please. Tolongin Abang ini bukain koper, gak bisa dibuka.” teriak seseorang membuat gadis yang masih bergeming didepan jendela itu jadi mendesah keras sebelum melangkah menghampiri si Sulung di kamar paling pojok.

“Lawong semalem ae Abang seng nyebutin pin nya loh,” semprot Athena membuat si Sulung jadi terkekeh sembari mengelus pelan puncak kepala gadis itu.

“Wes talah maklumi ae wes tuek Abang ini, makane jangan angel-angel nek mbikinin pin nggo Abang.” Athena hanya merollingkan matanya kemudian beranjak setelah berhasil membuka koper milik sang kakak.

“Wes tuh. Bang Ian habis ini tolong delivery mie bandung dong, Ara sama Darren belom sarapan tadi.” Kata Athena memberi perintah sembari melenggang pergi dengan menarik koper miliknya yang berada diluar kamar.


“Koko lapo ndek kene? Iniloh kamarku, sanao pergi ndek kamar dekete Bang Ian o, kamarmu itu cocok e ndek samping dapur.” Celetuk Ara saat gadis itu mendapati Darren yang sudah rebahan diatas ranjang yang seharusnya itu milik Ara.

Pemuda itu tak menghiraukan dan dirinya malah berguling guling diatas ranjang dengan sengaja memancing amarah sang adik, “Aduhhh sek ta bentar, aku cuwapek o ket tadi nyetir”

Ara yang menyadari gelagat menjengkelkan sang kakak jadi mendecak keras sebelum menarik kedua kaki pemuda itu sebelum menariknya keras membuatnya jatuh dari ranjang.

“Sakit cokk, yaapa sehh kamu ambek Koko jahat pol kayak psikopat.” Pemuda itu protes sembari mengomel dan bangkit, lalu berjalan mendekati Ara sebelum menarik salah satu kepangan gadis itu, membuatnya memekik kencang.

‘Bugh Bugh Bugh’

“Nih rasain nih anjingg. Ko Darren jancok bener.” Kata Ara sembari kembali melayangkan pukulan keras kearah Darren yang gesit menghindar namun berakhir terkena beberapa kali pukulan sebelum mencekal pergelangan tangan gadis itu.

“Lepas cok, nanti aku jadi gatel-gatel.” Ucap Ara sembari memberontak agar Darren melepaskan cengkramannya.

“Cokk, mbok pikir Koko mu ini apa iso e menyebabkan kamu gatel-gatel hah???” protes Darren sambil melepaskan Ara yang langsung kembali menepuk keras punggung Darren.

Si Sulung yang sedang melewati kamar mereka pun membuka suara, “Mei lapose kamu iku, bendino tukaran ae sama kokomu. mbokyo ndang bersih bersih lak enak se daripada berantem ae.” Katanya membuat Ara yang masih melayangkan pukulan terhadap Darren jadi menoleh.

“Aku se seng di salahno, mesti aku og ancen. Gak Cece gak Abang mesti nyalahno aku.” Sahut Ara sembari sesekali melirik sinis kearah Darren yang sudah memasang wajah super memelas agar dirinya mendapat belas kasih dari si Sulung.

“Yo gak gitu, kamu ki wes besar gak cilik lagi jadi gausah bertingkah koyok anak kecil gitu yaapa.” Sahut si Sulung sambil menghampiri Ara yang terlihat manyun lalu dengan sengaja menepuk keras punggung Darren, “Ambek adik e itu jangan dijahili terus, kamu ki wes ngerti Memei sumbu pendek gitu kok masih ae digudo in.”

Darren meringis sakit saat merasakan rasa panas menjalar dari punggungnya bekas tepukan keras dari sang kakak, “Sakit brooo. Lu kalo nepok gak kira-kira dipikir gua terminator gak berasa sakit hah??” katanya memprotes membuat Ara mencibir sebelum memilih turun dari atas ranjang.

“Cece mu mana?” tanya si Sulung kearah keduanya yang dibalas gendikan bahu dari Darren.

“Mboh.” Balas Ara sembari menarik kopernya keluar dan melangkah menuju lantai tiga.

Athena yang hendak masuk kedalam kamar itu jadi mengerutkan keningnya saat mendapati Ara keluar dengan membawa koper miliknya, “Kate kemana kamu Me” tanya Athena

Gadis berkepang dua itu meliriknya sinis sebelum melenggang pergi, “Ngeseng” Jawab nya sarkas.

Athena hanya menganga mendengar sahutan super jengkel dari sang adik, lalu matanya mengarah pada Darren yang duduk manis diatas ranjang bermain ponsel, “Lapose kamu iku Ren, senengane mbikin Ara ngamuk ae, iki iku kamare memei emang, mbokyo ngalah kenapa seh ambek adikke ikuuuu” Ucap Athena sambil melempar bantal dan mencubit Darren yang dibalas cengiran super ngeselin dari pemuda itu.


Minggu pagi kali ini, disaat Athena bersama dengan Ian sedang bercekcok perkara Harley Davidson milik lelaki itu nggak kebagian garasi, beberapa warga kompleks yang memang sedang jogging bersama itu jadi melipir mampir.

“Loalah ini tah tetangga baru ne kita, selamat pagi yo buat kalian semua. Semoga betah ndek sini” Ucap Apo yang lebih dulu menyapa, masih menenteng kresek hitam berisi mangga yang dipetiknya dari rumah keluarga Jeremy dan Yosi.

Ian dan Vivi yang melihat hanya tersenyum dan membalas seadanya, “Hehe iya, makasih ya Om, salam kenal juga. Ayo masuk Om, perkenalan tetangga baru,” kata Ian sembari mempersilahkan semuanya masuk.

Apo, Biu, Tony, Yosi, Baskara dan Nolan yang memang datang bergerombol jadi merangsek masuk berkunjung ke rumah penghuni baru itu dengan niat mengakrabkan diri.

“Kenalin yo namaku Biru, opo manggile om biu yo gaapa” kata Biu memperkenalkan diri sembari memandangi Athena didepannya.

“Kamu sapa namae? kok cuwantek ngene seh yo heran aku. Sebenere aku pengen ngono nduwe anak wedok, eh lakok malah oleh lanang” Kali ini gantian Yosi yang berbicara membuat Athena hanya dapat mengembangkan senyumnya sebab dipuji oleh tetangga barunya.

“Loh ini orangtuane kemana?” Tanya Tony setelah dirinya menikmati intertior yang super modern dengan aksen musik dibeberapa dinding diruang tamu.

Athena jadi menegakkan punggung saat ditanyai, “Itu, Papi sama Mami kerja shuk, wes lama ndak pulang og. Masih sibuk poll,” balas gadis itu membuat Tony mengangguk paham.

“Oh ngunu, yo podo ae sama bapake Dewa, sukane kerja ndek luar negeri. Itu Papi Mami mu tinggal ndek mana??” sahut Apo sembari melemparkan tanya, “Itu di Los Angeles, Om, tapi yo kadang di Korea. Gak tentu sih soale aku juga gak tau.” Sahut Athena sembari terkekeh diakhir kalimatnya.

“Katane kalian berempat yo, lah mana seng dua ne?” Tanya Baskara sambil celingukan.

“Oh iya, bentar tak panggilke Om, ini diminum sek. Sepurane loh Om, adane cuma espresso, belum belanja soale.” Sahut Ian sembari menaruh satu nampan berisi 6 cangkir espresso sebelum berbalik dan menaiki tangga guna memanggil dua adiknya.

Darren dan Ara yang baru saja mandi itupun menyapa dan melemparan senyum kearah tetangga baru yang duduk manis di sofa ruang tamu mereka.

“Haduh, isok ganteng ambek cantik ngene yo,” Yosi menuju arah Ara dan menepuk pelan bahu gadis itu. “Loh sapa nama e ini??? Om nanya belom dijawab loh tadi.” Kata Yosi sembari menolehkan pandangannya kearah Athena dibelakangnya yang kontan terkekeh pelan.

“Oh iyaa, aku Athena, biasa e dipanggil Nana. Ini Bang Ian seng Sulung. Ini Darren dan Ara adekku ,” Athena memperkenalkan anggota keluarganya kepada penghuni lama membuat semuanya mengangguk paham sebelum Yosi mengelus pelan puncak kepala Athena lalu kembali duduk.

Mereka pun melanjutkan perbincangan hingga saling bercenda gurau dan saling menguarkan tawa membuat mereka menjadi akrab dengan para penghuni lama kompleks.


“Darimana tah kamu iki, pagi-pagi kok wes senuym-senyum kayak habis dapet bahan ghibah anyar.” celetuk Michael sambil menyeruput kopi paginya di halaman belakang rumah saat Apo mendekat dengan senyuman yang masih terpatri diwajahnya.

“Ituloh aku habis nyapa tetangga baru seng ndek depan rumah, walah anake loh cwantik ambek ganteng anggite” Balas Apo antusias sembari ikut mendudukkan diri di ayunan kayu.

Dewa yang memang berada dipinggir kolam berenang pun jadi tertarik dan beralih menghampiri keduanya.

“Siapa Popp namae?” tanya Dewa membuat Apo menolehkan pandangannya dan jadi menggeser duduknya agar sang bungsu dapat bergabung.

Apo terlihat berpikir sebelum menyeletuk, “Ian, Athena, Darren, sama Arabella gitu kayak e yo.”

“Lakok kayae, popo ini yaapa og” Dewa memprotes sebab Apo memberi informasi yang tidak akurat.

Apo jadi mendecak, “Yo sana loh kamu nek pengen kenalan, wong yo nang ngarep pas rumahe” katanya membuat Dewa mencibir.

“Dewww, Dewaaaaa” teriak seseorang dari dalam rumah membuat Dewa yang baru saja duduk jadi mendecak sebal.

“Haduh opose, ga enak enak i orang sedang mager kok emang Kak Jeno iku” Dewa berbicara dengan jengkel kearah Pippi dan Poppi nya.

Jeno dari dalam jadi mendecak keras sebab panggilannya tak kunjung dihiraukan oleh adiknya itu, lalu berakhir mendatangi sembari berkacak pinggang, “Kamu iki dublek opo piye? dipanggili ket tadi ga ndang nyaut o” kata Jeno jengkel membuat Dewa jadi mencibir.

“Yo Kakak, menggangu saja waktu ku leha-leha. Mesti meh mbok kongkon mbelikno bubur ndek depan. Males wes malesss.” Sahut anak itu membuat Michael dan Apo jadi terkekeh dengan pertengkaran yang tak kunjung usai dari keduanya

Setelah melakukan perdebatan yang cukup lama, akhirnya Dewa tetap bersikeras pada keputusannya. Tidak mau menuruti perintah Jeno yang menyuruhnya membelikannya bubur.

Jeno lalu mendecak keras sebelum melangkah keluar rumah melalui samping sembari mengeluarkan sepeda gunungnya dari garasi untuk membeli bubur didepan kompleks.

“Loh Ra, kok kamu ndek sini? ngapain?” seru Jeno menyapa saat dirinya keluar dari rumah bergerbang tinggi itu dan mendapati Ara yang sedang membawa anjingnya berjalan-jalan di sekitar kompleks.

Gadis yang memakai beanie itu gelagapan bak bertemu dengan Mark NCT —Idolanya, “Aku lohh pindah ndek sini, menurutmu ngapain?” Jawabnya sarkas membuat Jeno kontan terkekeh gemas.

“Iyata? rumahmu sebelah mana?” Tanya Jeno sembari membawa sepedanya mendekat.

Ara lalu menunjuk ke arah rumah yang lumayan besar di depan rumah milik pemuda itu, “Depan itu lak rumahku to.”

“Wihh jadi tetangga yo sekarang. Tapi nek setau ku sih itu rumah berhantu, Ra.” sahut Jeno menggoda membuat Ara mendecak sebal.

“Ndak takut lah, aku bisa silat.” seru Ara sembari melenggang pergi meninggalkan Jeno yang hanya tersenyum manis.

Ara kemudian merutuk disepanjang jalan sebab dirinya yang ingin sekali menghindari kontak dengan Jeno, namun Tuhan dan Bang Ian nya mempertemukan mereka di kompleks yang sama. “Haisshh, mboh lahh.” gumam gadis itu sembari menghentak-hentakkan kakinya sambil berjalan.

Athena yang baru saja keluar dari dalam rumah tampak celingukan mencari sosok sang adik perempuannya yang tak kunjung ia temukan, dan berakhir bertanya pada sang Abang yang masih sibuk mencuci motor besarnya itu, “Meme kemana bang? kok ndek dalem ndak enek?”

Ian yang sibuk menggosok ban besar itu jadi menoleh, “Keluar tadi ambek Perro. Lapo?? Ndee ga bilang kamu tah??” sahut lelaki besar itu sambil kembali melakukan pekerjaannya.

Athena kontan menggeleng, “Endak, sama Darren juga tah pergi e??” tanya gadis itu lagi, membuat Ian jadi berdecak sebal sebelum menciprati sang adik dengan air sabun.

“Gak tau aku, ojok nanya-nanya. mbok ya dicari dewe sana loh lumayan se jalan-jalan ambek keliling kompleks.”

Athena balas mencibir dan melangkah pergi meninggalkan Ian yang masih berkutat dengan sabun dan motor besarnya. Gadis semampai ini pun akhirnya melangkah keluar rumah dan mengamati rumah-rumah disekelilingnya yang terlihat sangat mewah dengan pagar-pagar besi tinggi dan berjajar sport car didalamnya.

“Nyari alamat nya siapa mbak?”

Athena jadi menoleh saat merasa mendengar seseorang berbicara dengannya.

Athena menatap pada tiga pemuda bergerombol dengan celana pendek dan baju tanpa lengan yang tampak berkeringat, “Oh, enggak kok aku cuma pengen jalan-jalan aja” sahut Athena sembari memamerkan senyum manisnya.

Sosok yang tinggi besar itu dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi seolah baru teringat sesuatu, “ini kamu Nana yooo temene Jeka??? Pindah ndek sini kamu?” tanyanya membuat kedua kawannya jadi menatapnya heran.

Athena jadi mengangguk kala nama temannya disebutkan, “Iyo, aku pindah kesini kemarin, ini aku gek nyari adikku.” jelasnya pada sosok itu.

“Oh jadi tetangga baru, halo mbak kenalin aku Adam.” Tanpa basa-basi pemuda yang paling pendek mengulurkan tangannya pada Athena dan disambut oleh gadis itu dengan senyuman ramahnya.

“Hallo Adam, aku Athena, panggile Ce Nana atau Cece aja. Jangan mbak, terlihat sangat katrok.” sahut Athena membuat Adam jadi menyengir lucu.

Adam lalu melirik sekilas kearah pemuda disampingnya, “Kamu mau kenalan opo ndak? ojok meneng ae rupamu su.” kata pemuda itu sembari menyenggol bahu temannya yang sedari tadi diam.

“Hai, Ce, im good at algebra, i can replace your X, and you wouldn't need to figure out Y.” kata pemuda itu yang berbicara tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Athena membuat gadis itu terkekeh melihat mendengar gombalan anak itu.

“You??? Pinter matematika?? Apakah i ndak salah krungu??? Gausah macem macem kon sama Cece ku.” seru Ara yang tiba-tiba datang langsung memukul tangan pemuda itu yang masih menggenggam tangan Athena dan otomatis membuyarkan lamunannya.

“Aduh rek, kenapa kamu harus jadi adeknya kakak bidadari ini.” protes pemuda itu saat mendapati Ara sudah bekacak pinggang ke arahnya.

“Dapuranmu katrok pol Ta. By the way, namaku Milan, Jeka's twins.” sahut sosok besar yang memperkenalkan diri sebagai Milan —Kembaran Jeka.

“Najisss, ngaku-ngaku ae cokk.” celetuk Adam yang langsung dapat toyoran pelan dibelakang kepalanya.

“Wes wes jangan bertengkar, thank you ya wes mau berkenalan sama aku. And buatmu, whats your name mister really good at algebra??” kata Athena sembari menunjuk kearah pemuda ditengah ketiga orang itu.

Yang ditunjuk jadi salah tingkah sembari mengulum bibir, “Nakuntara, you can call me Tara, but i prefer to be called love by you.” katanya membuat semua orang disana mencibir kecuali Athena yang malah terkekeh ringan.


Mereka disini, tempat dimana dulu selalu mereka datangi saat mereka dibuat lelah oleh tugas dan dibuat sangat capek oleh aktivitas sekolah.

“Ngapain kesini? mau nostalgia?” Biyyu bertanya, namun David justru berlalu dan menuju mobilnya untuk mengambil sesuatu yang telah ia persiapkan.

David menyerahkan kotak itu pada Biyyu, dan tentu saja Biyyu terheran karena disana ada hadiah dan juga ada sebuah surat kecil di dalamnya.


Hallo biyyu, ini david ini david yang selalu membuat kamu bersedih, dan juga menangis ini david yang selalu bertindak bodoh dan tolol ini david yang sama sekali tidak mengenali sahabatnya sendiri ini david yang selalu egois ini david yang sudah menyukaimu ini david yang sudah jatuh cinta padamu ini david yang sekarang ingin mengajakmu melanjutkan sisa hidup bersama ini david yang kembali membawa masa itu, masa dimana kita sedang kesulitan

Biyyu, mungkin kata maaf saja tidak cukup untuk menebus kesalahanku selama ini, beribu kata maaf pun aku rasa percuma. Biyyu, ayo kita menua bersama

with love orang yang selalu bertindak tolol David


Setelah membaca surat kecil dari dalam kotak itu, Biyyu memandang David dengan mata berkaca-kaca.

Biyyu memeluk David dan begitu pula David yang membalas pelukan Biyyu.

“Jadi gimana? kamu mau ngga melanjutkan sisa hidup bareng sama aku?” Tanya David sambil melepaskan pelukan mereka dan memegang kedua pipi fluffy milik Biyyu

Pemuda itu tersenyum serta memperlihatkan dimple miliknya, dia menganggukan dan mengatakan “Iya”

Oh god, mungkin ini adalah hari terbaik untuk biyyu. Bagaimana tidak? penantian dia selama ini telah terbayar dan telah terpenuhi.

Biyyu kembali memeluk David dengan erat seakan tidak mau melepaskan pelukan itu.

Ya, mungkin memang sesenang itu ya kalau yang kita cintai, mencintai kita juga.


Ciuman kecil telah berhasil mendarat dibibir milik Biyyu, dia kaget karena itu adalah ciuman pertama dirinya.

“Kenapa? kaget banget kayaknya” David bertanya saat melihat Biyyu memgang bibirnya.

“Iyalah, ini kan ciuman pertama aku dan kamu pula yang ngambil” Ucapnya sambil berbalik dan memunggungi David.

David hanya tersenyum tipis,“yaudah sama, ini juga pertama kalinya buat aku”

Keduanya saling tertawa dan bercanda gurau di bangku yang berada dibawah pohon tabebuya.

“Makasih ya vid” Ucap Biyyu sambil menyandarkan kepalanya pada bahu David


and thankyou to my readers too

©® vanillaeste

akhir dari perasaan biyyu


Biyyu yang sudah berada disana lebih dulu, melihat sekitar dan dia sedang menjelajah otaknya waktu David menembak Grace tepat di depannya.

Langkah kaki yang terdengar mendekat membuat Biyyu berbalik dan menatap sesorang pemilik langkah kaki tersebut —David

Biyyu mulai menanyakan pada David tentang apa yang terjadi dengan nya dan Grace.

David juga dengan suka hati menjelaskan, karena selama ini ia juga ingin menjelaskan semuanya, namun Biyyu sama sekali tidak mau diajak bertemu.

“Jadi sebenernya, aku sama Grace gak ada apa-apa biyyu, soalnya waktu itu Grace bilang kalau dia sudah punya tunangan” Jelas David

“Terus kenapa aku sama dia pelukan? ya karena Grace mau berterimakasih sama aku karena menurut dia aku udah baik banget dan mau ngasih hadiah ke dia dan mau mengungkapkan perasaanku ke dia” Tambahnya lagi

Biyyu masih terdiam

“Terus kamu kenapa? selama ini kamu ngehindar dari aku itu kenapa?” Kini David bertanya pada Biyyu.

Biyyu menghela nafas panjang dan sesekali melihat ke arah David yang tepat berada di depannya.

dan dari sinilah, semua nya berakhir—


Mahayana Abiyyu

Aku hari ini ingin mengutarakan semua keresahan hatiku selama ini, tentang perasaan yang aku pendam pada sahabat ku sendiri David

Memberitahu David tentang ini semua memang tidaklah mudah, tapi aku tetap akan mengutarakan itu semua.

Aku berbicara padanya tentang bagaimana selama ini aku merasakan pertemanan ini, harusnya kita bisa lebih dari ini, karena yang kamu rasain ke aku... aku merasakannya berbeda... Vid.

“Aku ngga tahu kapan sebetulnya perasaan-perasaan itu datang, aku juga ga yakin bentuknya kayak apa, karena bisa aja sejak awal, dan aku cuma berani menyadari itu sekarang, aku berharap aku gapernah sadar bahwa aku sayang sama kamu, aku berharap aku ga pernah sadar kalau aku menyayangi pertemanan kita lebih dari ini. perasaan ini nyata banget buat aku walaupun kamu gak tau,”

“Hm im sorry i just can't help falling in love with you, every time you smile at me, everytime you call me just to make sure i'm home, everytime you loved my joke and make me... apa yaa itu buat aku ngerasaaa, i don't know aku cuma gamau orang lain memiliki itu selain aku, aku mau itu semua cuman buat aku,”

“Sound annoying but it hurts me, tiap kamu cerita tentang Grace yang katamu dia cantik, lucu, gemesin yang selalu kamu bahas setiap kali kita chat maupun ketemu and it's hurt me u know?”

“Yaa untuk teman kamu terbaik tapi untuk orang yang aku suka, ur just stupid, ya aneh aja, aneh kalo kamu ga sadar, aneh kalo kamu ga ngeh, padahal kita udah temenan lama banget loh vid. Padahal kamu yang selalu bilang, i know u aku tuh ngerti kamu aku tuh kenal kamu, kamu justru orang yang paling nggak tau aku, dan ternyata kamu nggak kenal aku sama sekali.”

“Sorry ya, harusnya aku ga perlu marah-marah kayak gini, harusnya aku gaperlu salahin kamu dan harusnya kita ga temenan dari awal, tapi nyatanya kita berteman, jadi i guess this is the end of our friendship.”

“Aku setelah mengutarakan perasaan ini ke kamu emang bukan nuntun balasan dari kamu, tapi bukan berarti setelah ini aku bisa biasa aja sama kamu dan aku baik-baik aja sama kamu.. nggak bisa vid, karena sejak suka sama kamu, aku udah lama ga baik-baik aja. mungkin sekarang aku terlihat egois karena memilih diriku daripada pertemanan ini, tapi kalo kamu jadi aku, kamu pasti ngerti”


Tanpa berucap apapun, David memeluk Biyyu dengan erat bahkan pemuda itu kini menenggelamkan kepala Biyyu kedalam pelukannya.

Biyyu bisa mencium bau harum milik David, bau yang selalu menjadi favoritnya dan tidak ingin ada orang lain yang menghirupnya.

Entah berapa lama mereka dalam posisi yang sama, entah ada berapa pasang mata yang menyaksikan mereka dalam posisi itu, mereka hanya ingin melepaskan kekesalan, kesedihan, penyesalan bahkan kebencian masing-masing dengan saling memeluk satu sama lain.

Biyyu merasakan puncak surai miliknya tersentuh oleh tangan lembut milik David. Tangan yang selalu ia ingin gandeng, kini berada di puncak kepalanya.

Biyyu melepaskan pelukan itu dan menatap manik milik David, berkaca-kaca, itulah yang dilihat Biyyu saat ini, Biyyu menatap manik David secara bergantian dan mengerutkan alisnya seraya bertanya 'lo kenapa vid'

David tersenyum dan menghela nafas panjang lalu membuang nya secara bebas,

“Biy”

Oh shit! panggilan itu, itu kenapa diucapkan lagi oleh David? Biyyu bahkan pasrah setelah dia mengutarakan ini semua, David akan menjauh dari hidupnya.

Biyyu kembali menatap David, “Apa? kenapa lo manggil gue kayak gitu sih, vid?”

“Biy, thanks banget lo udah mau jujur sama perasaan lo sendiri, thankyou banget lo udah mau negur gue dan thankyou banget lo udah mau marah-marah kayak gini, jujur gue seneng, gue seneng lo ngoceh lagi kayak gini. Gue lebih seneng lo kayak gini biy daripada lo diemin gue kek kemarin-kemarin,” Jelas David sambil memegang pundak milik Biyyu.

“Dan buat balesan gue, kita jalanin dulu aja ya Biyyu” Imbuhnya

“Gini vid, sebenarnya lo mau nolak gue secara halus kan? soalnya lo gaberani ngomong gabisa ke gue makanya lo sembunyi dibalik kata kita jalanin dulu” Biyyu kini makin memperjelas

“Ngga biy, beneran. Kita jalanin beberapa bulan dulu soalnya gue juga mau ngebiasain diri gue dulu sebelum gue beneran pacaran sama lo”

“Terserah lo deh, vid”


©® vanillaeste

Hari dimana David menunggu telah tiba. yaa ulangtahun Gracia.

“hai david, udah lama nunggu ya? sorry banget ya tadi gue lagi ada konsul sama dosen jadinya agak lama” ucap gadis yang lebih pendek dari David itu —Grace

David tersenyum,“oh iya gapapa, lagian aku juga barusan sampe”

“jadiiii, ada apanih? rapi dan wangi banget?” Goda gadis itu sambil menyenggol lengan David

“Oh apa kamu mau nembak cewek yang pernah kamu bilang itu ya?” imbuhnya.

David menganggukkan kepalanya dan kembali melontarkan senyum kepada Grace.


Di sudut lain

Biyyu dan Jeff yang sedari tadi memperhatikan mereka dari lorong dan sekaligus team sukses yang merancang acara tembak menembak ini.

Jeff menghela nafasnya panjang setelah Biyyu merapalkan kalimat-kalimat supanya David tertolak.

“sumpah yo ini km nek cemat cemit terus, tak tinggal lohyo kamu biyyu” Ucap Jeff sambil ingin berlalu namun ditahan oleh Biyyu

“jangan lah anjir, yawes iya aku diem” balasnya.


David nampak berbincang dengan Grace, dan dia juga mengeluarkan sebuah kotak yang lumayan besar. Mungkin itu berisi hadiah untuk Grace.

Grace nampak kebingungan atas apa yang dilakukan oleh David, dan ya tentu saja dia semakin dibuat bingung karena lampu² disekitar mereka tiba-tiba menyala dan ada tambahan lampu kecil yang menghiasi setiap pohon disana.

Tak lama kemudian, biyyu dan jeff datang menghampiri mereka, Jeff sedang menyanyi dan diiringi Biyyu yang memainkan saxophone.

Cukup lama dan Grace nampak menikmati musik yang dibawakan, bahkan dia juga ikut bernyanyi bersama dengan Biyyu. Saat sedang asik bernyanyi, David menarik pergelangan tangan Grace dan dia hendak mengutarakan isi hatinya.

“bentar bentar, gue sama Jeff mau pergi dulu, kalian lanjutin aja” Ucap Biyyu sambil menyeret Jeff dan meninggalkan mereka berdua.


Setelah kepergian Biyyu dan Jeff, David melanjutkan apa yang seharusnya di lanjutkan, yaitu berbicara tentang perasaannya selama ini pada Gracia.

David berbicara sangat tenang, menceritakan bagaimana dia bisa jatuh cinta kepada gadis mungil yang ada didepannya saat ini, Gracia nampak memperhatikan David secara intens dan mengganggukkan kepalanya.

Biyyu dan Jeff yang kembali ke tempat awal pun juga sedang memperhatikan mereka dengan intens namun mereka tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka berdua bicarakan karena jarak yang lumayan jauh.

David dan Gracia kini memeluk satu sama lain, dan David juga mengusap pucuk surai milik Gracia dan dikecupnya pula kening milik gadis itu.

“Ehh mau kemana lo” Ucap Jeff yang melihat Biyyu hendak pergi meninggalkannya

“udah kan? udah selse, mereka pacaran tuh” Jawabnya sambil berlalu


“makasih ya vid, kamu baik banget” ucap gracia sambil memeluk David erat

Keduanya kini meninggal kan tempat dan David mengantarkan Gracia untuk pulang ke rumahnya.


©® vanillaeste

Hari dimana David menunggu telah tiba. yaa ulangtahun Gracia.

“hai david, udah lama nunggu ya? sorry banget ya tadi gue lagi ada konsul sama dosen jadinya agak lama” ucap gadis yang lebih pendek dari David itu —Grace

David tersenyum,“oh iya gapapa, lagian aku juga barusan sampe”

“jadiiii, ada apanih? rapi dan wangi banget?” Goda gadis itu sambil menyenggol lengan David

“Oh apa kamu mau nembak cewek yang pernah kamu bilang itu ya?” imbuhnya.

David menganggukkan kepalanya dan kembali melontarkan senyum kepada Grace.


Di sudut lain

Biyyu dan Jeff yang sedari tadi memperhatikan mereka dari lorong dan sekaligus team sukses yang merancang acara tembak menembak ini.

Jeff menghela nafasnya panjang setelah Biyyu merapalkan kalimat-kalimat supanya David tertolak.

“sumpah yo ini km nek cemat cemit terus, tak tinggal lohyo kamu biyyu” Ucap Jeff sambil ingin berlalu namun ditahan oleh Biyyu

“jangan lah anjir, yawes iya aku diem” balasnya.


David nampak berbincang dengan Grace, dan dia juga mengeluarkan sebuah kotak yang lumayan besar. Mungkin itu berisi hadiah untuk Grace.

Grace nampak kebingungan atas apa yang dilakukan oleh David, dan ya tentu saja dia semakin dibuat bingung karena lampu² disekitar mereka tiba-tiba menyala dan ada tambahan lampu kecil yang menghiasi setiap pohon disana.

Tak lama kemudian, biyyu dan jeff datang menghampiri mereka, Jeff sedang menyanyi dan diiringi Biyyu yang memainkan saxophone.

Cukup lama dan Grace nampak menikmati musik yang dibawakan, bahkan dia juga ikut bernyanyi bersama dengan Biyyu. Saat sedang asik bernyanyi, David menarik pergelangan tangan Grace dan dia hendak mengutarakan isi hatinya.

“bentar bentar, gue sama Jeff mau pergi dulu, kalian lanjutin aja” Ucap Biyyu sambil menyeret Jeff dan meninggalkan mereka berdua.


Setelah kepergian Biyyu dan Jeff, David melanjutkan apa yang seharusnya di lanjutkan, yaitu berbicara tentang perasaannya selama ini pada Gracia.

David berbicara sangat tenang, menceritakan bagaimana dia bisa jatuh cinta kepada gadis mungil yang ada didepannya saat ini, Gracia nampak memperhatikan David secara intens dan mengganggukkan kepalanya.

Biyyu dan Jeff yang kembali ke tempat awal pun juga sedang memperhatikan mereka dengan intens namun mereka tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka berdua bicarakan karena jarak yang lumayan jauh.

David dan Gracia kini memeluk satu sama lain, dan David juga mengusap pucuk surai milik Gracia dan dikecupnya pula kening milik gadis itu.

“Ehh mau kemana lo” Ucap Jeff yang melihat Biyyu hendak pergi meninggalkannya

“udah kan? udah selse, mereka pacaran tuh” Jawabnya sambil berlalu


“makasih ya vid, kamu baik banget” ucap gracia sambil memeluk David erat

Keduanya kini meninggal kan tempat dan David mengantarkan Gracia untuk pulang ke rumahnya.


©® vanillaeste