akhir dari perasaan biyyu


Biyyu yang sudah berada disana lebih dulu, melihat sekitar dan dia sedang menjelajah otaknya waktu David menembak Grace tepat di depannya.

Langkah kaki yang terdengar mendekat membuat Biyyu berbalik dan menatap sesorang pemilik langkah kaki tersebut —David

Biyyu mulai menanyakan pada David tentang apa yang terjadi dengan nya dan Grace.

David juga dengan suka hati menjelaskan, karena selama ini ia juga ingin menjelaskan semuanya, namun Biyyu sama sekali tidak mau diajak bertemu.

“Jadi sebenernya, aku sama Grace gak ada apa-apa biyyu, soalnya waktu itu Grace bilang kalau dia sudah punya tunangan” Jelas David

“Terus kenapa aku sama dia pelukan? ya karena Grace mau berterimakasih sama aku karena menurut dia aku udah baik banget dan mau ngasih hadiah ke dia dan mau mengungkapkan perasaanku ke dia” Tambahnya lagi

Biyyu masih terdiam

“Terus kamu kenapa? selama ini kamu ngehindar dari aku itu kenapa?” Kini David bertanya pada Biyyu.

Biyyu menghela nafas panjang dan sesekali melihat ke arah David yang tepat berada di depannya.

dan dari sinilah, semua nya berakhir—


Mahayana Abiyyu

Aku hari ini ingin mengutarakan semua keresahan hatiku selama ini, tentang perasaan yang aku pendam pada sahabat ku sendiri David

Memberitahu David tentang ini semua memang tidaklah mudah, tapi aku tetap akan mengutarakan itu semua.

Aku berbicara padanya tentang bagaimana selama ini aku merasakan pertemanan ini, harusnya kita bisa lebih dari ini, karena yang kamu rasain ke aku... aku merasakannya berbeda... Vid.

“Aku ngga tahu kapan sebetulnya perasaan-perasaan itu datang, aku juga ga yakin bentuknya kayak apa, karena bisa aja sejak awal, dan aku cuma berani menyadari itu sekarang, aku berharap aku gapernah sadar bahwa aku sayang sama kamu, aku berharap aku ga pernah sadar kalau aku menyayangi pertemanan kita lebih dari ini. perasaan ini nyata banget buat aku walaupun kamu gak tau,”

“Hm im sorry i just can't help falling in love with you, every time you smile at me, everytime you call me just to make sure i'm home, everytime you loved my joke and make me... apa yaa itu buat aku ngerasaaa, i don't know aku cuma gamau orang lain memiliki itu selain aku, aku mau itu semua cuman buat aku,”

“Sound annoying but it hurts me, tiap kamu cerita tentang Grace yang katamu dia cantik, lucu, gemesin yang selalu kamu bahas setiap kali kita chat maupun ketemu and it's hurt me u know?”

“Yaa untuk teman kamu terbaik tapi untuk orang yang aku suka, ur just stupid, ya aneh aja, aneh kalo kamu ga sadar, aneh kalo kamu ga ngeh, padahal kita udah temenan lama banget loh vid. Padahal kamu yang selalu bilang, i know u aku tuh ngerti kamu aku tuh kenal kamu, kamu justru orang yang paling nggak tau aku, dan ternyata kamu nggak kenal aku sama sekali.”

“Sorry ya, harusnya aku ga perlu marah-marah kayak gini, harusnya aku gaperlu salahin kamu dan harusnya kita ga temenan dari awal, tapi nyatanya kita berteman, jadi i guess this is the end of our friendship.”

“Aku setelah mengutarakan perasaan ini ke kamu emang bukan nuntun balasan dari kamu, tapi bukan berarti setelah ini aku bisa biasa aja sama kamu dan aku baik-baik aja sama kamu.. nggak bisa vid, karena sejak suka sama kamu, aku udah lama ga baik-baik aja. mungkin sekarang aku terlihat egois karena memilih diriku daripada pertemanan ini, tapi kalo kamu jadi aku, kamu pasti ngerti”


Tanpa berucap apapun, David memeluk Biyyu dengan erat bahkan pemuda itu kini menenggelamkan kepala Biyyu kedalam pelukannya.

Biyyu bisa mencium bau harum milik David, bau yang selalu menjadi favoritnya dan tidak ingin ada orang lain yang menghirupnya.

Entah berapa lama mereka dalam posisi yang sama, entah ada berapa pasang mata yang menyaksikan mereka dalam posisi itu, mereka hanya ingin melepaskan kekesalan, kesedihan, penyesalan bahkan kebencian masing-masing dengan saling memeluk satu sama lain.

Biyyu merasakan puncak surai miliknya tersentuh oleh tangan lembut milik David. Tangan yang selalu ia ingin gandeng, kini berada di puncak kepalanya.

Biyyu melepaskan pelukan itu dan menatap manik milik David, berkaca-kaca, itulah yang dilihat Biyyu saat ini, Biyyu menatap manik David secara bergantian dan mengerutkan alisnya seraya bertanya 'lo kenapa vid'

David tersenyum dan menghela nafas panjang lalu membuang nya secara bebas,

“Biy”

Oh shit! panggilan itu, itu kenapa diucapkan lagi oleh David? Biyyu bahkan pasrah setelah dia mengutarakan ini semua, David akan menjauh dari hidupnya.

Biyyu kembali menatap David, “Apa? kenapa lo manggil gue kayak gitu sih, vid?”

“Biy, thanks banget lo udah mau jujur sama perasaan lo sendiri, thankyou banget lo udah mau negur gue dan thankyou banget lo udah mau marah-marah kayak gini, jujur gue seneng, gue seneng lo ngoceh lagi kayak gini. Gue lebih seneng lo kayak gini biy daripada lo diemin gue kek kemarin-kemarin,” Jelas David sambil memegang pundak milik Biyyu.

“Dan buat balesan gue, kita jalanin dulu aja ya Biyyu” Imbuhnya

“Gini vid, sebenarnya lo mau nolak gue secara halus kan? soalnya lo gaberani ngomong gabisa ke gue makanya lo sembunyi dibalik kata kita jalanin dulu” Biyyu kini makin memperjelas

“Ngga biy, beneran. Kita jalanin beberapa bulan dulu soalnya gue juga mau ngebiasain diri gue dulu sebelum gue beneran pacaran sama lo”

“Terserah lo deh, vid”


©® vanillaeste