GAJADI LIBURAN SI
“Beneran di dalem hutan anjir villa nya mas aming,” Ucap Adam saat mereka melintasi jalanan yang notabene kanan dan kirinya adalah pohon pinus.
Tidak lama kemudian sampailah di villa milik Milano. Bagus villanya, kayak nyaman gitu.
Ditengahnya ada tempat untuk ngobrol seperti ruang tamu namun ini di outdoor, kanan kirinya juga ada kolam. Jadi kesannya benar-benar seperti rumah milik Vampir.
kira – kira seperti ini ya Villa nya
Setelah cukup untuk kagum atas villa milik Milano, mereka pun masuk dan memilih kamarnya masing-masing dan meletakkan barang-barang mereka.
Milano, Jeka, Gavian dan Darren sedang bersantai sambil meminum kopi didepan sambil menikmati suara bising serangga dan burung.
“Enak yo nek kita pas nyantai gini tiba-tiba ada serigala seng dateng” Ucap Sadewa yang ikut bergabung dengan mereka berempat.
“Ngaco, mana ada serigala. Wong ini ntik kebelakang dikit loh pohon karet dan disana banyak seng bekerja” Jelas Milano sambil menunjuk arah belakang Villa tersebut.
“Mosok ada pohon karetnya? meh liat ah.” Jeka berdiri dan hendak meninggalkan mereka tapi tidak jadi karena tiba-tiba gerimis.
“Ah gak seru anjir hujan,” Keluh Milano sambil mengemasi kopi dan Vape nya untuk dibawa kedalam.
“Loh kenapa balik koh? Aku meh kesana e,” Tanya Arabella yang sudah membawa ipadnya dan siap untuk bergabung.
“Hujan itu liaten”
Arabella mendecak dan melemparkan tubuhnya di sofa ruang tengah yang besar.
Mereka kini berpindah ke ruang tengah dan saling berbincang satu sama lain.
Tapi lain halnya dengan Sadewa dan Nakunta. Mereka berdua kembali main game bersama.
“Kon bisa gak seh gak usah ngendog cok?” Sadewa mengomeli Nakunta tapi pemuda itu tetap diam dan masih berfokus pada hp nya.
“Nyo males ah, kon kayak tai nek diajakin main PUBG cok,”
“Apase ini mesti rame ae loh, bisa main gausah toxic gitu kenapa cangkeme,” Athena menegur mereka sambil melemparkan kotak tissue yang ada di depannya.
“Kalian ini apa ndak balik ke Australia nek pas natal?” Tanya Milano kepada Athena dan Gavian.
“Nanti kayake seng pergi kesana aku sama Darren,” Jawaban yang keluar dari mulut Athena membuat Arabella yang tadinya bergabung dengan Sadewa pun kini menoleh dan menghentikan aktivitasnya.
“Loh kapan? kok ndak bilang ke aku?” Keluh Arabella.
“Minggu depan, kamu tetep disini sama bang ian.”
Raut wajah Arabella berubah menjadi cemberut dan dia beranjak dari tempatnya meninggalkan mereka yang berada di ruang tengah.
“Kenapa? Emang Ara gak tau tah nek meh mbuk tinggalin?” Tanya Milano lagi.
“Belom hehe, aku sudah tau nek dia bakal kayak gini,” Athena menghela nafasnya dan merasa bersalah.
“Ra, ayo bantuen aku main ini.. Loh Ara mana Ce?” Adam yang sedang menuruni tangga nampak celingukan mencari Ara.
Athena menunjuk kemana Arabella berada dengan dagunya dan membuat Adam mengalihkan pandangannya kesana.
“Udah gila ya ngomong ambek ikan?” Kejut Adam saat Arabella berbicara sendiri dengan ikan yang ada dikolam dalam rumah.
Arabella mendecak,“Ganggu ae rek, akuloh lagi qtime sama ikan ini, sana loh pergio” Dengan sedikit mendorong tubuh Adam.
“He kamu sempet berpikir gak seh nanti nek pas natalan kamu wes gak punya siapa-siapa?” Tanya Adam tiba-tiba.
“Lapose kamu ngomong kayak ngunu? Kebanyakan nonton home alone kamu tuh,” Jawab Arabella sambil memukul lengan Adam.
Namun ucapan Adam barusan sukses membuat Arabella berpikir, ia nampak memandangi ikan-ikan yang sedang berenang dengan pikiran yang entah kemana.
“Heh” Senggol Adam dan membuyarkan lamunan Arabella. “Halah weslah ndak usah dipikir, wong cuman sarkas tok aku ngomong.”
Gadis berhoodie ungu itu tidak menghiraukan Adam dan dia kembali melihat ikan yang sedang berenang dengan bebasnya.
“Ayo dam foto, biar kamu ada foto sama aku.”
Adam menuruti apa ajakan Arabella dan segera mengambil pose selfie mereka berdua.
Pagi hari disapa dengan kicauan burung dan gemercik air gerimis sisa tadi malam. Hawa yang dingin menambah kesan malas untuk semua orang pada hari itu.
Namun tidak dengan Milano, pemuda dengan kulit sawo matang itu sudah berolahraga dan membuat sarapannya sendiri.
Nampak seorang pemuda jangkung yang menuruni tangga dengan mengenakan piyama berwarna coklat. -Sadewa.
Sadewa menyapa Milano dengan mengucek matanya karena dia merasa masih ngantuk dan enggan bangun.
“Nek masih ngantuk mah tidur aja, ngapain bangun.” Celetuk Milano saat mendapati Sadewa merebahkan dirinya di sofa.
“Ndoh arek inio malah santai-santai, ndang mandi Dewa. Ayo katane meh keliling liat pohon karet.” Adam berbicara sambil menaik lengan Sadewa yang masih bermalas malasan itu.
“Ah yaweslah biarno ae. Kamu sama aku aja dam.” Arabella berjalan mendahuli Adam yang masih sibuk berusaha mengajak Sadewa main.